Festival Literasi Banjarnegara 2025: Sinergi Literasi, Kreativitas, dan Kolaborasi Akademik

Banjarnegara —  Festival Literasi Banjarnegara 2025 resmi dibuka pada Selasa, 21 Oktober 2025 di Basement Perpustakaan Daerah Banjarnegara. Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Berliterasi Membangun Kreativitas dan Nilai Ekonomi Banjarnegara” ini diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Banjarnegara sebagai wujud nyata komitmen daerah dalam menumbuhkan ekosistem literasi yang produktif dan berdaya saing.

Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan beragam agenda inspiratif, mulai dari pameran literasi, lokakarya digital, bedah buku, hingga kegiatan literasi lingkungan seperti penukaran botol plastik dengan bibit tanaman. Selain menjadi ajang promosi budaya baca, kegiatan ini juga menjadi ruang kreatif bagi komunitas, pelajar, dan masyarakat dalam mengembangkan literasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Kepala Disarpusda Banjarnegara, Arief Rahman, menyampaikan bahwa festival ini merupakan hasil rangkaian panjang kegiatan literasi sejak awal tahun, termasuk bimbingan teknis membaca nyaring dan penulisan budaya lokal. Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menegaskan bahwa literasi harus menjadi gerakan kolektif yang menghubungkan budaya, pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut turut hadir Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, yang diwakili oleh Koordinator Program Studi, Umi Haniati, M.A., serta Kepala UPT Perpustakaan, Indah Wijaya Antasari, S.Sos., M.I.Kom. Kehadiran perwakilan akademik ini menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengembangkan literasi yang berorientasi pada pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam keterangannya, Umi Haniati menyampaikan apresiasi atas semangat Disarpusda Banjarnegara dalam menyelenggarakan festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan visi keilmuan bidang perpustakaan dan informasi, yaitu memperkuat jejaring literasi antarinstansi serta membangun budaya baca yang berkelanjutan. Sementara itu, Indah Wijaya Antasari menambahkan bahwa peran lembaga akademik dalam ekosistem literasi daerah menjadi penting untuk memastikan akses informasi yang inklusif dan inovatif.

Festival Literasi Banjarnegara 2025 pada akhirnya bukan sekadar perayaan budaya baca, tetapi juga momentum penguatan literasi sebagai fondasi kemajuan daerah – melalui kolaborasi, kreativitas, dan sinergi lintas institusi.