
Jumat, 31 Oktober 2025 — Asosiasi Pengelola Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (APTIPI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Temu Kolegial 2025. Kegiatan ini mempertemukan para pengelola program studi Ilmu Perpustakaan, Kearsipan, dan Sains Informasi dari seluruh Indonesia untuk menyatukan arah pengembangan disiplin ilmu dan memperkuat jejaring akademik nasional.
Munas APTIPI tahun ini difokuskan pada lima agenda utama, yaitu penyusunan naskah ilmiah organisasi sebagai dasar pengembangan keilmuan, penyesuaian kurikulum dan penamaan program studi, perumusan strategi pemenuhan standar akreditasi LAM, penguatan kolaborasi akademik dan penelitian, serta penetapan kebijakan strategis untuk periode kepengurusan 2025–2027.
Rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua agenda besar, yaitu Seminar Nasional dan Rapat Kepengurusan APTIPI, serta satu agenda tambahan berupa Pameran Poster Penelitian.
Dalam Seminar Nasional bertema “Perkembangan Ilmu Perpustakaan, Kearsipan, dan Sains Informasi di Indonesia: Integrasi Kurikulum, Penamaan, Capaian Pembelajaran, dan Akreditasi”, hadir sejumlah narasumber dari unsur asesor dan akademisi terkemuka.
Pada sesi akreditasi LAM, pembicara yang hadir adalah Prof. Dr. Drs. Jonner Hasugian, M.Si. (LAMHUM) dan Dr. Rd. Hj. Funny Mustikasari Elita, M.Si. (LAMSPAK), dengan moderator Muhammad Prabu Wibowo, S.Hum., M.S., Ph.D., Ketua APTIPI 2024–2027.
Sesi berikutnya membahas pengembangan kurikulum, menghadirkan Prof. Dr. Laksmi, S.S., M.A. (Universitas Indonesia) dan Prof. Dr. Dr. Rahman Mulyawan, Drs., M.Si. (Universitas Padjadjaran), dipandu oleh Hendro Margono, S.Sos., M.Sc., Ph.D, Sekretaris Jenderal APTIPI.

Rapat Kepengurusan menjadi forum strategis bagi masing-masing komisi untuk membahas arah akreditasi dan menetapkan capaian kerja organisasi. Sementara itu, Pameran Poster Penelitian membuka ruang bagi peserta untuk menampilkan hasil penelitian, inovasi, serta proyek kolaboratif di bidang perpustakaan, kearsipan, dan informasi.
Melalui rangkaian kegiatan ini, APTIPI menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi, memperluas kolaborasi akademik, serta mendorong inovasi dalam pengembangan Ilmu Perpustakaan, Kearsipan, dan Sains Informasi di Indonesia.