Purbalingga — Sebanyak 20 mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Lokalyang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpusda) Kabupaten Purbalingga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Konten Literasi Berbasis Kearifan Lokal melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2025. Bimtek dilaksanakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 15 Oktober, 27 Oktober, dan 3 November 2025, bertempat di Ruang Audio Visual Lantai 3 Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Purbalingga, Jalan Cahyana Baru Nomor 12, Kelurahan Penambongan, Purbalingga.
Pelatihan ini mengangkat kebudayaan lokal sebagai objek utama penulisan. Para peserta dilatih untuk mengobservasi dan menggali potensi budaya daerah—mulai dari tradisi, kuliner khas, kesenian, hingga praktik sosial masyarakat—untuk kemudian dituangkan dalam bentuk karya tulis yang inspiratif dan berbasis riset lapangan.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga, Sadono, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat kepenulisan sekaligus memperkuat literasi budaya lokal di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, penulis memiliki peran penting dalam mendokumentasikan dan melestarikan kearifan lokal agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman, ungkapnya.
Sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan dua sosok yang berpengalaman di bidang literasi dan penerbitan, yakni Agus Sukoco, budayawan lokal Purbalingga sekaligus penulis produktif yang telah menerbitkan tujuh buku—salah satunya berjudul Di Balik Seragam (Gramedia, 2020)—dan Indra Gunawan, Direktur SIP Publishing, penerbit buku yang berbasis di Banyumas.
Output dari pelatihan ini adalah buku antologi yang berisi kumpulan tulisan karya seluruh peserta. Mahasiswa PSI UIN SAIZU yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai tingkatan semester, yaitu semester 1, 3, dan 5.
Melalui partisipasi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepekaan terhadap nilai-nilai kearifan lokal sekaligus meningkatkan kemampuan menulis ilmiah-populer yang berpijak pada kekayaan budaya masyarakat setempat.